Agama Tidak Membuat Orang Jadi Baik
Tidak ada satu Agama pun di dunia, yang bisa membuat orang jadi baik. Yang ada; Orang baik dan mempunyai niat yang baik, menggunakan Agama apa pun, untuk tujuan kebaikan. Pasti dia akan jadi baik.
Jadi pilihlah Agama yang sesuai dengan Logika dan Hati Nurani. Sumber: @AgamaTuhan

Rabu, 07 September 2016

Kapan Sinetron Arka dan Naura berhenti Tayang

Pertama nonton pada awalnya, masih kuat psikis saya sebagai orang Indonesia yang memiliki nilai-nilai asli Nusantara.

Tetapi semakin ke sini, dalam sinetron itu, hanya ada 3 orang yang baik Bapaknya Arka, Arka dan Naura.

Sementara di dalam film itu bintangnya ada 9 dan yang 6 jahat. Belum lagi pemeran pembantu, yang semuanya jahat. Apakah Orang-orang Indonesia saat ini, sejahat itu?

Jawabannya, TV ini akan membuktikan 10 tahun kemudian, kalau sinettron bertipe seperti ini. TV ini dengan jumawa akan bilang, "Kami Sudah Berhasil Merusak Nilai-nilia Bangsa ini"

Jadi Sinetron ini jelas, ingin merusak nilai-nilai Luhur Bangsa ini. Semakin jelas arah Politik pemilik stasiun TV ini yang berkoar-koar membangun Indonesia. Mungkin hanya secara fisik, tapi merusak secara Moral dan Mental.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang Moral dan Mentalnya baik. Bukan bangunan gedung atau Stasiun TVnya yang gemerlap.

Ayo maari berfikir, apakah Anda iklas kalau anak-anak Anda akan menjadi orang-orang jahat seperti yang dicontohkan dalam sinetron tersebut.

Dan bodoh kalau Anda pun memilih pemilik TV penayang Sinetron tersebut, untuk jadi Presiden Indonesia, 2019. Pasti sudah dapat diramalkan bagaimanan generasi muda kita di kemudian hari.

Kamis, 22 Oktober 2015

Sinetron Cewe Calak

Kaget saya menyaksikan sinetron yang mengajarkan logika yang absurd

Bayangkan dalam satu adegan pertama saja yang menempatkan waktu pada pagi hari, sudah ada adegan dimana seorang wanita (pedagang bubuk yang seorang anak pedagang bubur) membawa lari motor yang sedang diparkir di bengkel, yang kebetulan milik seorang mahasiswa sombong yang orang tuanya kaya raya. Mahasiswa kaya tersebut sempat mengenali wajah si wanita tersebut.

Memang wanita tersebut membawa lari motor hanya untuk mengejar temannya yang mencemoohkannya. Setelah temannya tertangkap dan terjadi sedikit adegan kasar seorang wanita kepada seorang pria. Singkat kata, motor yang dibawa lari tersebut di tinggal begitu saja di tengah jalan tanpa tanggung jawab.
 
Adegan kedua, saat si Mahasiswa pemilik motor yang anak orang kaya itu dengan mobil yang ia kendarai menubruk seorang pedagang krupuk buta. Dengan hanya mengganti uang Rp. 5000,- dan ditinggalkannya begitu saja.
Kebetulan pada adegan kedua ini, si wanita menjadi saksi dan menolong pedagang krupuk buta tersebut, dengan bahkan memberikan semua uang jajannya Rp. 50.000,- 
Pada adegan ini si Mahasiswa tidak sempat memperhatikan adanya si wanita pembawa kabur motornya, sedangkan si wanita mengenali si anak orang kaya tersebut.

Kebetulan siang harinya si wanita tersebut harus menjalankan masa orientasi di Universitas yang katanya pada sinetron ybs sebagai salah satu Universitas ternama di Indonesia. Sang mahasiswa pemilik motor kebetulan menjadi kakak pembina pada acara orientasi tersebut, yang mendapatkan si wanita tukang bubur pembawa lari motornya itu datang telat.

Di sinilah terjadi dialog yang sangat-sangat membawa kita ke logika berfikir yang keluar dari logika berfikir Leluhur kita.

Si Mahasiswa Pria menuduh si wanita pembawa kabur motornya sebagai seorang pencuri (Dalam logika normal si Pria adalah benar, karena mengambil barang orang tanpa izin dan tdaik kenal pula dengan pemiliknya itu adalah mencuri), tetapi si wanita tidak mau dituduh sebagai seorang pencuri (karena mungkin menurutnya dia hanya meminjam tanpa izin ), 
Lalu si Pria Mahasiswa minta agar si wanita untuk minta maaf padanyz, tetapi justru si wanita yang minta agar si pria yang minta maaf, karena ia merasa dituduh sebagai pencuri.

Beginilah logika berfikir jika menempatkan kesalahan di luar dirinya.

Logika berfikir Leluhur selalu intropeksi diri sendiri, olehkarenanya kita diajarkan untuk menempatkan kesalahan pada diri sendiri terlebih dahulu.

Sementara budaya Arab, mengajarkan kita bahwa menempatkan kesalahan pada orang lain. Sehingga kita diajarkan oleh Budaya Arab untuk tidak pernah merasa bersalah.

 

Jumat, 03 Juli 2015

Acara TV dengan tema "Eksplorasi Rasa Malu"

Belakangan ini banyak sekali acara di TV Swasta yang mengambil tema "Eksplorasi Rasa Malu" seseorang secara live.

Acara tersebut biasanya mengambil cerita rahasia cinta orang yang menjadi target "Eksplorasi Rasa Malu"  tersebut. Dengan dilatarbelakangi para Alay (Modus Asing Menjadikan Pria Indonesia menjadi kehilangan jati dirinya).

Acara model seperti ini biasanya dibiayai Pihak Asing untuk merusak nilai-nilai atau norma-norma Luhur milik Nenek Moyang kita. Sehingga tidak mengherankan, ketika acara2 seperti ini terus ditayangkan, hasilnya orang menjadi imun terhadap Rasa Malu. Tidak mengherankan jika para Koruptor yang ditangkap ke KPK, saat disorot kamera, mereka melambaikan tangannya seperti selebritis (Karena buat mereka Rasa Malu sudah tidak lagi inheren seperti warisan nilai-nilai yang sudah diturunkan oleh Nenek Moyang kita)

Apakah kita mau membiarkan ini terus berlangsung di Indonesia? Dulu mereka (Pihak Asing - Duo AS) hanya berebut prime time pada jam 19 s/d 22, tapi kini sasarannya adalah Ibu-ibu Rumah Tangga, jadi mulai pagi pun, kita sudah disuguhi oleh tayangan seperti di atas.

Sadar tidak sadar, sebagai orang tua yang melakukan pembiaran anak-anaknya menyaksikan acara-acara tersebut, sama saja mereka dengan sengaja merusak orientasi Otak Bawah Sadar anak-anaknya sendiri.


#KitaSudahPunyaBudiPekerti

Minggu, 21 Oktober 2012

Boy Band

Sekarang banyak bermunculan Boy Band Cilik yang bertingkah dewasa, dan berbahasa Cinta layaknya Orang Dewasa. Hal ini merupaan "Perusakan Pertumbuhan Generasi Muda Yang Sehat".

Kita khan sama-sama tahu, bagaimana secara psikologis, pertumbuhan Anak itu harus sesauai dengan umurnya. Jika pertumbuhan Anak tidak sejalan dengan umurnya, maka apa yang terjadi? Kebimbangan Seumur Hidupnya.

Apa sih Bangsa ini cari? Di negeri Barat sana saja, lagu anak-anak masih dikumandangkan dengan pola keceriaan Anak. Kebetulan saya lama tinggal di Eropa dan di beberapa Negara dan Kota. Sedih sekali saya melihat keadaan ini.

Di sana, secara phaedagogis Pendidikan anak masih sangat diawasi. Mengapa justru di kita yang sejujurnya, memiliki Budi Pekerti yang sangat luhur, hal itu ditinggalkan.

Percaya atau tidak, ini adalah sebuah rekayasa Pihak Asing, secara jangka panjang. Kalau kita semua sudah dininabobokan, maka mereka lebih gampang mengeruk semua kekayaan negeri ini.

Sudah banyak contoh, dimana daerah-daerah subur di Indonesia yang masyarakatnya dininabobokan. Jangan jauh-jauh Papua misalnya, walaupun yang meninabobokan kolaborasi antara Politisi Politikus kita dengan Pihak-pihak yang berkepentingan.

Mari kita para orang tua, agar mengajak anak kita menyanyikan lagu-lagu, sesuai dengan umur anak kita masing-masing.

Terimakasih.

Senin, 11 Juli 2011

SIx Million Dollar Man


Sakti si pemeran Six Million Dollar Man memiliki pacar yang bernama Lisa, yang memiliki kekasih lain selain Sakti, yakni Delon

Si wanita (Lisa) menduakan Sakti, karena ingin memanfaatkan kekayaan Sakti, tetapi setelah Sakti tidak memiliki harta lagi, si wanita meninggalkannya begitu saja.

Ema, wanita sederhana yang akhirnya dapat menundukan hatinya Sakti adalah sisi lain, setelah Sakti dicampakan oleh Lisa begitu saja, setelah Sakti tidak memiliki harta lagi.

Dalam kehidupan nyata, perbuatan Lisa adalah hal yang sudah biasa kita lihat. Tetapi mengapa, jika si pelaku adalah Wanita, seolah-olah mereka otomatis mendapatkan excuse.

Sebaliknya, jika hal itu yang melakukan kaum Pria (meninggalkan pacarnya dan pindah ke wanita lain), Playboy menjadi cap yang patent baginya.

Catatan:
Di sini saya tidak mengkritisi sinetronnya, saya hanya ingin mengingatkan kepada para pemirsa. Agar juga seimbang melihat posisi kaum Pria dan Wanita pada kehidupan sehari-hari.

Minggu, 11 Oktober 2009

Dari mengkiritik Budaya Arab menjadi Menjelekan Budaya Jawa

Pada Selasa, 31 Maret 2009 sinetron Hareem di Indosiar merubah penampilan tokoh-tokohnya, yang awalnya berjilbab bagi tokoh wanitanya dan peci serta baju koko buat tokoh prianya, sekarang pakaiannya lebih kekinian.

Tokoh Abi yang diperankan Teddy Syach berubah sebutannya menjadi Romo, sedangkan para Ummi sebutannya menjadi Amih. Tokoh Ummi Najwa pada Sinetron Hareem yang dilakonkan Vista Putri, di sinetron Inayah ini namanya menjadi Ratna.

Istri-istri Romo dan Sheila, istri Aryo kini tak mengenakan jilbab lagi. Ada apa dengan Hareem ?

Sebenarnya sebutan Abi (Bahasa Arab) sudah cocok, dimana memang budayanya yang memiliki istri lebih dari satu, sedangkan sebutan Romo, tidak sesuai dengan kelakuan Romo yang dalam adat Jawa justru seorang yang budiman dan bersih dari godaan wanita.

Jumat, 09 November 2007

Butterfly

Berkisah tentang tiga orang sahabat, Vano (Andhika Pratama), Tia (Poppy Sovia), dan Desi (Debby Kristi). Karena dari awal sudah cukup dekat dengan Tia, lama-kelamaan timbul sikap protektif dari diri Desi terhadap Tia. Tia sendiri jatuh cinta pada Vano, namun Vano justru menunjukkan ketertarikan pada Desi. Dengan alasan untuk menjaga persahabatan mereka, Desi meminta Tia untuk berjanji agar mereka bertiga tetap menjadi sahabat tanpa adanya unsur-unsur cinta.

Cerita mulai berkembang pada saat Desi menginginkan mereka mengadakan perjalanan keliling Jawa sebagai perayaan ulang tahunnya yang ke-20. Dan di dalam perjalanan tersebut, sedikit demi sedikit mulai terbuka kenyataan yang selama ini tersembunyi.
Custom Search